Sebuah kenyataan pahit di dunia kerja: Kantor bukan sebuah Vending Machine di mana kamu memasukkan kerja keras lalu promosi keluar begitu saja. Saatnya berhenti menjadi polos.
Ya, Saya Butuh Strategi Ini*Akses instan setelah pembayaran selesai
Bayangkan ada dua karyawan: Andi dan Bima.
Andi datang paling pagi, kerja paling rapi, target selalu tembus. Tapi dia pendiam, merasa hasil kerja akan berbicara sendiri. Bima? Kerjanya biasa saja, tapi dia rajin update ke bos, aktif bicara di rapat, dan pandai mengemas kontribusinya.
Saat promosi tiba, siapa yang terpilih? Bima.
Andi bingung dan sakit hati. Pernahkah kamu merasa seperti Andi? Kamu yang begadang memikirkan ide, kamu yang membereskan masalah, tapi pas presentasi... rekan kerjamu yang mendapatkan tepuk tangan. Atau kamu punya atasan yang selalu bilang, 'Kamu aset penting, tunggu waktu yang tepat ya,' tapi waktu itu tidak pernah datang.
Kontribusi yang tidak terlihat sering dianggap tidak pernah terjadi. Pekerjaan tidak punya mulut untuk membela dirimu.
Ide yang hebat tanpa dokumentasi yang tepat adalah ide gratis yang siap diklaim oleh siapa saja di ruang rapat.
Atasan bermuka dua akan selalu menjadikanmu 'penyelamat tim' tanpa pernah memberimu akses untuk naik jabatan.
Kamu tidak gila. Lingkungan kerjamu memang digerakkan oleh kepentingan, ego, dan kekuasaan. Tapi pertanyaannya... Apakah kamu akan terus pasrah jadi korban?
Ebook Politik Kantor in Action tidak dibuat untuk mengajarimu menjadi licik, penjilat, atau tukang tikung. Ebook ini dibuat agar kamu melek. Agar kamu bisa melindungi ide, hasil kerja, dan yang paling penting... harga dirimu.
Panduan lengkap membongkar permainan yang tidak tertulis di dunia kerja.
Kerja keras bukan satu-satunya mata uang. Pelajari cara mengenali organisasi bayangan dan mengapa politik kantor tidak selalu jahat.
Bongkar taktik atasan bermuka dua yang membatasi potensimu karena takut tersaingi atau kehilangan pekerja andalan.
Ketika ide milikmu tapi tepuk tangan untuk orang lain. Pelajari cara mutlak menghentikan kolega yang hobi mengklaim karyamu.
Mengapa promosi tidak selalu milik yang paling pintar? Pahami dinamika kubu, orang kepercayaan bos, dan gosip sebagai senjata.
Mengenali serangan yang dibungkus bantuan dan cara membentuk narasi pertahanan yang tenang sebelum fakta diplintir.
Rapat sering kali hanya panggung formalitas. Mengerti politik di balik penilaian kinerja, bonus, mutasi, hingga PHK.
Kemenangan terbesar adalah keluar dari permainan dengan karir dan reputasi utuh. Cara menjadi strategis tanpa menjadi licik.
Ebook ini bisa saja dihargai ratusan ribu rupiah karena dampaknya yang akan langsung terasa. Tapi khusus hari ini, investasinya lebih murah dari sekali nongkrong kopi kekinian.
Rp 99.000
Rp 59.000
Diskon Rp 40.000 (Terbatas)
"Pembayaran Aman, Akses instan setelah pembayaran."